Akulturasi Islam dan Budaya Lokal sebagai Wujud Kebhinnekaan Islam Indonesia

Authors

  • Muhammad Bilal Universitas Islam Negeri Mataram
  • Jamaludin Universitas Islam Negeri Mataram
  • Ahmad Sulhan Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.61166/ahnaf.v3i2.50

Keywords:

akulturasi; budaya lokal; Islam Indonesia; moderasi beragama; kebhinnekaan.

Abstract

Akulturasi Islam dan budaya lokal merupakan proses penting dalam pembentukan kebhinnekaan Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep akulturasi, peran dakwah kultural dalam proses Islamisasi, bentuk-bentuk interaksi Islam dengan tradisi lokal, serta implikasinya bagi kehidupan masyarakat majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan prosiding yang relevan dengan akulturasi Islam, strategi dakwah Walisongo, keragaman praktik keagamaan, dan moderasi beragama. Data dikumpulkan melalui penelusuran, pembacaan, dan pencatatan sumber pustaka, kemudian dianalisis melalui pembacaan tematik, perbandingan gagasan, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi tidak sekadar merupakan pencampuran unsur budaya, tetapi juga proses negosiasi makna yang berlangsung melalui arsitektur masjid, ritual keagamaan, bahasa, seni, pendidikan, dan hubungan sosial. Dakwah kultural, khususnya strategi Walisongo di Jawa, memperlihatkan bagaimana pendekatan yang adaptif dapat membantu penerimaan Islam tanpa menghilangkan seluruh identitas budaya lokal. Namun, proses akulturasi tidak berlangsung secara seragam dan selalu harmonis, karena dipengaruhi oleh konteks sejarah, otoritas keagamaan, kepentingan sosial, serta perbedaan penafsiran terhadap tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi merupakan salah satu landasan untuk memahami kebhinnekaan Islam Indonesia sebagai keragaman ekspresi keberagamaan yang terus berkembang dan dinegosiasikan. Oleh karena itu, pendekatan kultural perlu dijalankan secara kritis dan inklusif dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penolakan terhadap pemaksaan dan diskriminasi. Penelitian lanjutan melalui studi lapangan dan perbandingan lintas wilayah diperlukan untuk memperdalam pemahaman mengenai makna akulturasi dalam kehidupan masyarakat.

References

Abdul Jalil, Laila, Hasrianti, Mifani S. Manalu, and Andreas Satria Wibowo. “Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh: Representasi Politik Dan Selera Penguasa.” PURBAWIDYA 15, no. 1 (June 2026): 15–33. https://doi.org/10.55981/purbawidya.2026.11910.

Ali, Mohammad Ali, Yudik Pradana, M. Khusna Amal, Abd. Halim Soebahar, and Mursalim. “Resiliensi identitas sosial islam melalui pelestarian kearifan lokal di era globalisasi.” At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam 8, no. 1 (January 2026): 157–73. https://doi.org/10.20885/tullab.vol8.iss1.art11.

Amalia, Devita Putri, M. Imron Rosadi, Abdur Rohman Makarim, and Anang Sholikhudin. “Strategi Dakwah Kultural Walisongo Dalam Membangun Peradaban Islam Di Nusantara.” Jurnal Pendidikan Dan Inovasi Pembelajaran 1, no. 3 (2026): 369–81.

Anas, Frida Najihatul, and Agus Khunaifi. “Islamisasi Jawa Pada Kesultanan Demak: Telaah Historis Atas Peran Walisongo Dan Kekuasaan Islam Awal Di Nusantara.” AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies 4, no. 2 (2025): 91–100.

Ayun, Ramadhina Qurrota, Shiva Amiliya Aidah, Nurul Ilma Aulia, Nabila Hasna Utama, and Nanang Hasan Susanto. “Islam Dan Budaya Lokal: Analisis Metodologis Terhadap Tradisi Keagamaan Masyarakat Jawa.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu 2, no. 6 (2025): 49–55.

Aziz, Abdul. Keragaman Islam Di Indonesia. Guepedia, 2019. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=JNeSDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA3&dq=Keragaman+Islam+di+Indonesia&ots=tIcQQ_fPBl&sig=umpjFj7My1yPNVA9ENswR1sxGHc.

Baihaqi, Arya, Amanda Salma Faiqa, Jibran Hilmiansyah, and Windri Novianti. “Sinergi Islam, Tradisi Lokal, Dan Ketahanan Budaya Dalam Masyarakat Jawa-Betawi Untuk Menjaga Toleransi Dan Keadilan Sosial Di Jakarta.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 02 (2025): 301–15.

Creswell, John W. Research Designs. Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 2009.

Fahmi, Endin Amrina, Hanun Maulidia Adzro, Nafisah Fanindra Putri, Emma Mudtiana Bahari, Aulia Paramita Bahri, Erika Diah Oktavianda, Reva Febriyanti Febriyanti, and Widiya Ainur Rohima. “Pendekatan Dakwah Kultural Wali Songo Melalui Budaya Lokal Dan Relevansinya Terhadap Dakwah Digital Modern.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 3, no. 1 (2026): 561–72.

Falah, Butiras. “Acculturation of Islam and Culture in Indonesia.” Al-Mujtama’: Journal of Social Sciences 1, no. 2 (2025): 62–73.

Fatiyah, Khodijatul, and Ali Ahmad Yenuri. Community-based moderate islamic education (an ethnographic study in pulopancikan village, gresik). 11 (2025).

Febriansyah, Andika, Anggara Wira Mada, and Ceriyah Amanda Ritonga. “Strategi Dakwah Kultural Walisongo: Tinjauan Historis Dan Otentisitas Ajaran Islam Di Jawa.” Advances In Education Journal 2, no. 5 (2026): 123–34.

Fitriani, Lina Ulfa. “Akulturasi Islam Dan Tradisi Masyarakat Lombok.” Ulul Albab: Journal Dawah and Social Religiosity 4, no. 1 (2026): 21–30.

Halid, Ahmad. “Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal: Studi Atas Tradisi Keagamaan Masyarakat Jawa Timur.” TASHWIR 13, no. 2 (2025): 99–108.

Haluti, Farid, Loso Judijanto, Apriyanto Apriyanto, Hanoch Herkanus Hamadi, Dahlan Lama Bawa, and Kalip Kalip. Moderasi Beragama: Menciptakan Suasana Kondusif Keberagaman Agama Di Indonesia. PT. Green Pustaka Indonesia, 2025. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=9cM_EQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=Keragaman+islam+indonesia+bukan+latar+pasif+yang+hanya+menerima+agama+dari+luar,+melainkan+ruang+sosial+tempat+ajaran+Islam+dipahami,+diajarkan,+dan+dipraktikkan.&ots=7Bha91pKy6&sig=fpHQPEdeuNam3En-QbjIkjW_oTY.

Hamdanah, Hamdanah. “Akulturasi Budaya: Analisis Penerimaan Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Lokal Petik Laut Di Pesisir Pantai Paseban.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 01 (2025): 111–23.

Helmi, H. Badrul. DAKWAH LINTAS AGAMA DAN BUDAYA. PT. Revormasi Jangkar Philosophia, 2026. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=DdoEEgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=Akulturasi+dalam+islam+indonesia+dapat+terlihat+pada+penggunaan+bahasa+setempat+dalam+dakwah,+pemanfaatan+seni+sebagai+media+penyampaian+pesan,+bentuk+arsitektur+tempat+ibadah,+serta+tradisi+sosial+yang+memperoleh+makna+keagamaan+baru&ots=IaWYRMLDGk&sig=FeeQUagitJKkIMcnyP-GOqYRdS8.

Iqbal, Adi, Akbar Imanuddin, M. Ali Mubarak, and Muhammad Subhan. Urgensi Pembinaan Moderasi Beragama Bagi Komunitas Persatuan Islam Tionghoa (PITI) Kota Jambi. 2025.

Khasanah, Lastri. “Akulturasi Agama Dan Budaya Lokal.” AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya 2, no. 02 (2022): 37–49.

Kumala, Shinta, and Nursukma Suri. Strategi pelestarian warisan budaya lokal: studi kasus penetapan istana niat lima laras sebagai cagar budaya kabupaten batu bara. 6, no. 4 (2025).

Kurniawan, M. Agus, and Suci Hartati. “Evolusi Tradisi Cangget: Sastra Lisan Islam Lampung.” Jurnal Adab Dan Peradaban Islam 1, no. 1 (2025): 1–13.

Mahera, Sofrianisda, and Ningsih Isnaini. “Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Dalam Pembentukan Identitas Keagamaan Masyarakat.” Critical: Jurnal Pemikiran Dan Humaniora 1, no. 1 (2026): 64–80.

Mufidah, Zahratul. Sejarah keragaman tradisi keagamaan dan budaya Islam di Indonesia. 2025.

Najid, Najwa Arina Dinalhaq. Toleransi dalam keberagaman: mewujudkan kehidupan damai di indonesia. 2025.

Nur’aini, Siti. “Kesenian Sebagai Media Dakwah: Kaligrafi, Musik, Dan Arsitektur Dalam Perspektif Hukum Islam.” SYARIAH: Journal of Islamic Law 7, no. 2 (2025): 1–11.

Papuangan, Astriyani A. “Dinamika Interaksi Budaya Lokal Dan Nilai Keislaman Dalam Tradisi Siside Puasa Di Desa Tolofuo, Halmahera Barat.” IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Humaniora 4, no. 2 (2025). http://jurnal.iai-assiddiq.ac.id/index.php/iqra/article/view/69.

Pramesti, Leny, Untung Joko Cahyono, and Musyawaroh Musyawaroh. “Penerapan Akulturasi Budaya Pada Bentuk Dan Struktur Masjid Agung Surakarta.” Arsitektura 23, no. 2 (November 2025): 293. https://doi.org/10.20961/arst.v23i2.111348.

Prasetyo, Moh Teguh. “Islam Dan Transformasi Budaya Lokal Di Indonesia.” Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam 2, no. 2 (2023): 150–62.

Prima, Ghulam Gazy, Zahrotul Mardiyah, Aulia Ismail, and Ahmad Fikri Subarkah. Islamisasi Dalam Tradisi Lisas Kasus Di Sulawesi. n.d. Accessed October 10, 2026. https://www.academia.edu/download/125009840/8.pdf.

Rahajaan, Jakobus Anakletus, and Sarifa Niapele. “Moderasi kebijakan kebebasan beragama.” . . November 19 (2025).

Ramadhan, Syahrul. “Mengeksplorasi Status Hukum Musik Melalui Perspektif Hadits.” El-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis Dan Integrasi Ilmu 5, no. 1 (June 2024): 72–93. https://doi.org/10.19109/elsunnah.v5i1.22199.

Razi, Fahrur. “Islam Dan Perubahan Kebudayaan Nusantara.” Jurnal Studi Islam 14, no. 2 (2025): 331–53.

Saputra, Feri. Studi proses asimilasi dan adaptasi nilai-nilai keislaman dan transformasi budaya lokal di indonesia dalam tradisi masyarakat. 2, no. 2 (2025).

Sari, Sofia Nofita, Rohima Khoirunnisa, Zidni Nur Fatimah, and Raha Bistara. “Dakwah Kultural: Analisis Strategi Islamisasi Sunan Kalijaga Melalui Budaya Lokal.” Jurnal Manajemen Dan Budaya 6, no. 2 (2026): 47–56.

Suriyani, Erma. “Bahasa Sasak Dalam Ekspresi Keberagamaan Masyarakat Islam Lombok.” JALL| Journal of Arabic Linguistics and Literature 6, no. 1 (2024): 41–65.

Susanto, Adi, and Ahmad Syaifullah. “Akulturasi Budaya Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Sejarah Masyarakat Indonesia.” At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 10, no. 1 (2026): 315–23.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Bilal, M., Jamaludin, & Sulhan, A. (2026). Akulturasi Islam dan Budaya Lokal sebagai Wujud Kebhinnekaan Islam Indonesia. Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies , 3(2), 506–521. https://doi.org/10.61166/ahnaf.v3i2.50

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.